Pendampingan Penguatan Tata Kelola Usaha Melalui Branding, Pemasaran Digital, dan Administrasi Penjualan Pada Bisnis Ultra Mikro Azka Tailor
DOI:
https://doi.org/10.33005/potensi.v2i3.174Keywords:
UMKM, Branding, Digitalisasi, Pemasaran, Problem Based Learning, Instagram, Google MapsAbstract
Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) play a vital role in improving the community's economy, but they still face various obstacles, such as limited business identity and low utilization of digital media as a marketing tool. This community service activity aims to increase the visibility and competitiveness of Azka Tailor MSMEs by strengthening their brand identity and digitalizing their marketing. The method used is Problem Based Learning (PBL) with a participatory approach through the stages of needs assessment, solution design, implementation, and evaluation. The program implemented includes the creation of business banners, sales receipts, sewing labels, registration of business locations on Google Maps, and the creation of an Instagram account as a digital promotional medium. The results of the activity indicate that the program has succeeded in increasing business professionalism and facilitating customer access to locations and service information. The impact of the activity is demonstrated by an increase in monthly turnover from IDR 2,000,000 to IDR 3,500,000 or 75%, as well as an increase in the number of new customers from 15 to 20 people per month. These results indicate that strengthening brand identity and utilizing digital media are effective strategies in supporting the development and sustainability of MSMEs.
Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran penting dalam meningkatkan perekonomian masyarakat, namun masih menghadapi berbagai kendala, seperti keterbatasan identitas usaha dan rendahnya pemanfaatan media digital sebagai sarana pemasaran. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan visibilitas dan daya saing UMKM Azka Tailor melalui penguatan branding dan digitalisasi pemasaran. Metode yang digunakan adalah Problem Based Learning (PBL) dengan pendekatan partisipatif melalui tahapan asesmen kebutuhan, perancangan solusi, implementasi, dan evaluasi. Program yang dilaksanakan meliputi pembuatan banner usaha, nota penjualan, label jahitan, pendaftaran lokasi usaha pada Google Maps, serta pembuatan akun Instagram sebagai media promosi digital. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa program berhasil meningkatkan profesionalisme usaha dan mempermudah akses pelanggan terhadap lokasi maupun informasi layanan. Dampak kegiatan ditunjukkan oleh peningkatan omzet bulanan dari Rp2.000.000 menjadi Rp3.500.000 atau sebesar 75%, serta bertambahnya jumlah pelanggan baru dari 15 orang menjadi 20 orang per bulan. Hasil tersebut menunjukkan bahwa penguatan branding dan pemanfaatan media digital merupakan strategi yang efektif dalam mendukung pengembangan dan keberlanjutan UMKM.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Fernanda Eka Prasetya, Ari Ayu Wardani, Elva Retha Efin Pramesti, Rafa Aurora Jannati, Richo Diana Aviyanti

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.




