Pendampingan Kunjungan Industri Sebagai Sarana Edukasi Dunia Usaha dan Dunia Industri (Dudi) di PT. Aerofood Unit Surabaya
DOI:
https://doi.org/10.33005/potensi.v1i4.46Keywords:
brand image, LinkedIn, social media, B2B industry, content optimizationAbstract
Industrial visits serve as an effective contextual learning strategy to bridge the gap between the educational environment and the world of business and industry (DUDI). This community service activity aims to provide structured educational assistance to students during an industrial visit to PT Aerofood Unit Surabaya. The goal is to ensure students not only observe the industrial processes firsthand but also understand their relevance to academic subjects. The method used in this program includes interactive counseling, pre-visit briefings, field observations, discussion sessions, and post-visit reflections. The results show a significant increase in students' understanding of industrial workflows, quality management, and professional work culture. Moreover, this activity enhances essential soft skills such as communication, teamwork, and discipline. The final evaluation indicates that students can connect their field experiences with theoretical knowledge and feel more prepared to face real-world workplace challenges. The program received positive feedback from the school and can be used as a model for educational programs focused on strengthening students’ overall competencies.
Kunjungan industri merupakan salah satu strategi pembelajaran kontekstual yang efektif dalam menjembatani dunia pendidikan dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI). Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pendampingan edukatif kepada siswa selama kunjungan industri ke PT Aerofood Unit Surabaya, agar mereka tidak hanya melihat proses industri secara langsung, tetapi juga memahami relevansinya dengan pembelajaran di sekolah. Metode yang digunakan adalah penyuluhan interaktif yang mencakup pembekalan pra-kunjungan, observasi lapangan, sesi diskusi, serta refleksi pasca-kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa siswa mengalami peningkatan pemahaman terhadap sistem kerja industri, manajemen mutu, serta budaya kerja profesional. Selain itu, kegiatan ini juga memperkuat penguasaan soft skill seperti komunikasi, kerjasama, dan kedisiplinan. Evaluasi akhir menunjukkan bahwa siswa mampu mengaitkan pengalaman lapangan dengan teori yang telah dipelajari, serta merasa lebih siap untuk menghadapi tantangan dunia kerja. Kegiatan ini mendapatkan respons positif dari pihak sekolah dan dapat dijadikan sebagai model edukatif yang berorientasi pada penguatan kompetensi siswa secara menyeluruh.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Naurah Salfa Nur Anisah, Hesty Prima Rini

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.




