Pengembangan Business Model Canvas (BMC) Sebagai Upaya Penguatan Bisnis UMKM di SWK Gayungan Kota Surabaya

Authors

  • Kezia Youan Vebrina Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

DOI:

https://doi.org/10.33005/potensi.v2i2.81

Keywords:

Business development, Business Model Canvas, MSMEs, SWK GAYUNGAN

Abstract

Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) play a significant role in supporting the community’s economy. However, many MSMEs still operate conventionally and lack a structured business model. This study aims to analyze and develop the Business Model Canvas (BMC) as an effort to strengthen MSMEs at the Gayungan Culinary Tourism Center (SWK) in Surabaya City. The study employed a qualitative descriptive approach through observation, interviews, documentation, and Business Model Canvas analysis. The findings reveal that most MSMEs at SWK Gayungan face limitations in digital marketing, branding, customer relationships, and product differentiation. In addition, there is a mismatch between product pricing and consumers’ perceptions of the culinary center concept. The development of the BMC was carried out through the utilization of digital platforms, strengthening business branding, improving customer relationships, and expanding marketing channels. The implementation of the Business Model Canvas provides a more structured overview of business conditions and assists MSME owners in formulating business development strategies to enhance competitiveness and business sustainability.

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran penting dalam mendukung perekonomian masyarakat, namun di dalamnya masih didapati banyak pelaku usaha yang menjalankan bisnis secara konvensional dan belum memiliki model bisnis yang terstruktur. Kegiatan ini bertujuan untuk menganalisis serta mengembangkan Business Model Canvas (BMC) sebagai upaya penguatan bisnis UMKM di Sentra Wisata Kuliner (SWK) Gayungan Kota Surabaya. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif melalui observasi, wawancara, dokumentasi, serta analisis Business Model Canvas. Hasil analisis menunjukkan bahwa sebagian besar UMKM di SWK Gayungan masih memiliki keterbatasan pada aspek pemasaran digital, branding, hubungan pelanggan, dan diferensiasi produk. Selain itu, terdapat ketidaksesuaian antara harga produk dengan persepsi konsumen terhadap konsep sentra kuliner. Pengembangan BMC dilakukan melalui pemanfaatan platform digital, penguatan branding usaha, peningkatan hubungan pelanggan, serta perluasan pada saluran pemasaran. Penerapan Business Model Canvas memberikan gambaran yang lebih terstruktur mengenai kondisi usaha serta membantu pelaku UMKM dalam menentukan strategi pengembangan bisnis guna meningkatkan daya saing dan keberlanjutan usaha.

Downloads

Published

2026-06-30

How to Cite

Vebrina, K. Y. (2026). Pengembangan Business Model Canvas (BMC) Sebagai Upaya Penguatan Bisnis UMKM di SWK Gayungan Kota Surabaya. POTENSI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Ekonomi Dan Bisnis, 2(2), 42–48. https://doi.org/10.33005/potensi.v2i2.81

Issue

Section

Articles